Minggu, 29 Juni 2014

Post #29


Di Dhanapala, Rabu kemarin ada acara yang menurut saya sangat berbobot. Digagas oleh Bagian Kepatuhan di tempat kami, acara tersebut mengusung kampanye anti korupsi dan juga perkenalan visi, misi, dan moto baru kantor. Anti korupsi memang merupakan hal yang harus selalu diingatkan. Visi, misi, dan moto baru kantor merupakan luaran dari transformasi kelembagaan, kalo boleh saya katakan sebagai reformasi birokrasi 2.0.
Woro-woro transformasi kelembagaan di kantor dilakukan dengan mengundang Ign. Jonan, kerap disapa Inan, Dirut KAI. Beliau dianggap sukses mengubah wajah KAI menjadi seperti sekarang ini. Pemaparan dilakukan Inan dengan luwes. Sangat menguasai panggung, seakan-akan beliaulah Menteri di ruang itu. Bit-bit yang disampaikan membuat segenap pegawai terpingkal. Selain bungkus materi yang lucu, beberapa substansi yang dapat saya tangkap antara lain.
1. Tak mungkin bicara pelayanan (prima) kalo perut si pegawai lapar. Jadi dasar dari reformasi (transformasi) adalah remunerasi yang cukup bagi si pegawai. Inan menceritakan bagaimana perubahan take home pay Kepala Stasiun Gambir dari jumlah 2, sekian juta menjadi 18, sekian juta. Salaries expense boleh meningkat, namun diikuti juga dengan kenaikan net income yang berlipat.
2. Promosi berdasarkan kompetensi. Promosi bukan didasarkan pada latar belakang pendidikan ataupun perngalaman/senioritas. Inan mencontohkan jajaran manajer di tempatnya yang salah satunya hanya berlatar belakang pendidikan SLTA. 
3. Fokus saja terhadap tugas dan fungsimu. Lakukan yang terbaik untuk itu, jangan pusing pikirkan yang bukan tugas dan fungsimu. Hal ini tidak tersirat Inan sampaikan. Ini adalah pemikiran yang saya tangkap. Ini yang membuat Inan tega menggusur ratusan PKL di lahan stasiun. Kalo negara ini sempurna, tentunya nasib ratusan PKL ini menjadi tugas dan fungsi pihak lain untuk memikirkannya.

pengambilan gambar moto kantor yang baru

Senin, 26 Mei 2014

Post #28



Bekerja di @PusatLayananDJA harus pintar ngatur waktu (cuti). Peak season pekerjaan sangat tidak terduga. Contohnya dalam masa ini. Seminggu yang lalu Pak Presiden ngeluarin inpres terkait penghematan anggaran. APBN dibebani subsidi energi. Guna menghindari defisit, setiap BA K/L dipotong. Akumulasi target penghematan (untuk kemudian dipotong) dari keseluruhan K/L sebesar 100 T. Bagi gw, duit sejumlah itu bisa dipake beli puluhan tower apartemen dekat kantor. Sisanya buat kantor sendiri :D

Di inpres penghematan itu, disebutkan bahwa tindak lanjut dari penghematan itu, setiap unit eselon I K/L harus ngajuin revisi ke DJA, maksimal 7 hari setelah inpres keluar. Hari inilah deadline-nya. Sampai tulisan ini naik web, belum ada satu pun berkas usulan revisi yang diterima. Mungkin perilaku K/L bisa digambarkan dengan grafik berikut.


Jumat, 09 Mei 2014

Post #27



9 Mei 2014
Selamat ulang tahun Kendari.
Kendari sudah berumur 183 tahun per hari ini. Jauhlah kalo dibandingkan dengan Batavia aka Jakarta yang sudah mau 487 tahun. Kalkulasi usia Kendari dimulai sejak Vosmaer, orang Belanda, bertandang ke Teluk Kendari, 9 Mei 1831. Katanya doski juga yang pertama kali membuat peta Teluk Kendari. Sejak itu Teluk Kendari dikenal dengan nama Vosmaer’s Baai alias Teluk Vosmaer. Doski kemudian menjadikan Kendari sebagai kota dagang. 
Belakangan ini Kendari mulai menggeliat  kembali sebagai kota dangang, kota jasa. Mungkin itulah takdirnya.
Kendari, bersama Raha, Makassar, Tangerang Selatan-Jakarta, dan Jogja selalu membuat rindu (:
 

Selasa, 22 April 2014

Post #26





Long weekend kemarin, kami ber13, teman-temannya si @bayoe_fit ke Malang. Di 19 Maret, @bayoe_fit dan mbak @nya_camui ceritanya nikah. Naik Majapahit dari Stasiun Senen, kami sampai di Malang keesokan harinya. Tak kenal capeks, cuma sebentar di penginapan, kami langsung ke kediaman mbak @nya_camui buat jadi saksi akad nikah mereka. Lebih tepatnya saksi bisu :D Soalnya dapat bangku di halaman, sedangkan prosesi akad digelar di dalam rumah.
di balik jendela Malabar, masih di sekitaran Malang


Siangnya gw langsung ke Jogja (Part II). Berbekal tiket Majapahit Malang-Pasar Senen yang ditukar dengan tiket Malabar Malang-Jogja, gw duduk di gerbong ekonomi. Sampai di Tugu jam 8 lewat. Sepanjang rel Malang-Jogja, si bantet ngoceh terus. Pasalnya gw nekat ke Jogja tanpa tiket balik buat ke Jakarta di Minggunya. Sampai di stasiun, si Mbak reservasi bilang tiket ke Jakarta dari Jogja ataupun Solo sudah habis semua buat hari Minggu.

Gw woles aja.


Tujuan gw emang buat liburan. Udah agak jenuh di kantor. Butuh pelarian. Ada kabar si bantet tambah bantet. Gw pengen verifikasi :D

Ternyata pas gw ke stasiun Minggu pagi, ndilalah ada Ibu yang batalin tiketnya ke Jakarta. Hap. Langsung gw tangkap tiket itu. Rel pulang udah gw amanin. Tiket Gajahwong jam 18.00 dari Tugu udah gw tebus. Selanjutnya tinggal ngapelin si bantet. Mulai dari sarapan nasi kuning di jalan apalah itu gw lupa. Lanjut nongkrong di @TicklesCafe. Makan siang di @nanamiapizzeria, cari es krim di @artemy_gelato di Kranggan. Waktu yang +- 22 jam ini terasa begitu menyenangkan.
summer sunshine & tropic thunder

sepiring berdua

Jadi semangat lagi buat nyambut kerjaan di Senin dan seterusnya :)
Semoga sakinah, mawardah, warahmah untuk @bayoe_fit + @nya_camui