Mungkin ini pagu-paguan sebelum tugas belajar dua tahun. Insya Allah.
Empat deadline revisi untuk sisa tahun ini (':
Minggu, 12 Juli 2015
Kamis, 28 Mei 2015
Poster Try Out USM STAN
Sepertinya, sebentar lagi USM STAN untuk penerimaan mahasiswa baru D3 akan segera digelar. Kampus yang cukup favorit ini memang agak ketat persaingan masuknya. Perlu persiapan yang cukup untuk menimba ilmu di Kampus Jurang Mangu ini, mulai beli buku kumpulan soal USM, ikut bimbel, berdoa, dan ikut try out USM STAN.
Try Out USM STAN merupakan semacam simulasi tes yang dapat diikuti pihak-pihak yang berminat ikut USM STAN. Pada kegiatan ini, soal, ruangan, waktu, pengawasan, & penilaian dikondisikan semirip mungkin dengan USM STAN yang sebenarmya.
Berikut deretan desain poster Try Out USM STAN terbaik menurut saya.
Sebagian besar poster Try Out USM STAN menggambarkan bangunan kampus STAN yang cukup iconic.
Tampak suasana Kampus STAN yang diambil oleh @mufrizalakmal
Sedangkan ketiga poster Try Out USM STAN di atas memilih bermain di logo try out dan font.
Menarik untuk menanti seperti apa desain poster Try Out USM STAN Tahun Akademik 2015/2016.
Jumat, 24 April 2015
Post #39
Hari ini ada lagi teman seangkatan yang resign. Doski merupakan yang ketiga yang memutuskan untuk menanggalkan status PNS nya.
![]() |
| farewell @aricandra |
Gw pada prinsipnya salut kepada orang-orang yang resign. Itu berarti mereka punya kekuatan untuk memilih. Punya keberanian untuk memilih. Memiliki sumber daya lain untuk survive bukan sebagai PNS.
Keputusan untuk resign juga berarti pelajaran buat kita kita yang masih dalam status abdi negara ini. Jangan pernah mengeluh dengan kerjaan yang sedang dihadapi. Jangan pernah mengeluh dengan take home pay yang diterima. Kalo masih suka dengan gajinya, ya kerja aja. Gk usah ngeluh.
Selasa, 20 Januari 2015
Post #38
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki tugas yang cukup berat terkait keuangan negara. Kemenkeu dikuasakan untuk mengelola fiskal dan pemilik kekayaan negara yang dipisahkan. Dalam menjalankan wewenang tersebut, Kemenkeu menyiapkan segala perangkat, baik itu peraturan maupun aplikasi, untuk dipedomani oleh Menteri/Pimpinan Lembaga dan satker-satker yang ada di bawahnya.
Sering kali, Kemenkeu bergerak terlalu cepat dalam penyiapan segala peraturan dan aplikasi terkait keuangan negara. Ada kelakar yang menyebutkan, "Kementerian Keuangan sudah FM, sedangkan Kementerian lain masih AM."
"Kementerian Keuangan sudah FM, sedangkan Kementerian lain masih AM"
Gap ini tentunya menjadi tugas bagi Kemenkeu untuk menguranginya. Di antaranya dengan melakukan sosialisasi. Cara mainstream ini rutin dilakukan dalam rangka pembinaan kepada K/L ataupun satker. Niatan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang handal dalam pengelolaan keuangan negara juga ditempuh dengan cara lain oleh beberapa KPPN. Beberapa inovasi diinisiasi oleh kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan, antara lain dengan menerbitkan e-book panduan bagi bendahara satker.
Buku Saku Satker Pintar 2014, oleh KPPN Manna
Buku Satker Pintar 2014 disusun oleh Tim Kreatif KPPN Manna
Isi buku anatar lain :
Isi buku anatar lain :
- Syarat-syarat dan lampiran pengajuan SPM
- Standar uraian dalam SPM
- Perbedaan kode SPM
- Perencanaan Kas G-2
- Ralat/koreksi SPM
Buku Saku Satker Pintar 2014
Buku Saku Satker Pintar 2014
Buku Saku Satker
Pintar 2014 disusun oleh Tim Kreatif KPPN Manna. KPPN Manna adalah kantor vertikal di bawah Kanwil Ditjen Perbendaharaan
Prov. Bengkulu, dengan wilayah kerja di Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Seluma, dan Kab. Kaur. Buku ini berisi syarat-syarat dan lampiran
pengajuan SPM, standar uraian dalam SPM, perbedaan kode SPM, perencanaan kas G-2, ralat/koreksi SPM, koreksi atas kesalahan
pembukuan bendahara, prosedur pembukaan rekening
bendahara pengeluaran/penerimaan, perpajakan bendahara, revisi DIPA, dll.
Selain tema-tema di atas, Buku Saku Satker
Pintar 2014 juga memuat tentang FAQ, pertanyaan yang sering ditanyakan oleh operator mengenai aplikasi yang digunakan. Buku yang disusun dengan layout menarik ini dapat diunduh melalui tautan ini.
Petunjuk Praktis Pengelolaan Dana APBN, oleh KPPN Merauke
Buku Petunjuk Praktis Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Dana APBN Edisi I ini merupakan buah kolaborasi KPPN Merauke dan Universitas Musamus. Dari segi isi, buku ini tidak jauh berbeda dengan Buku Saku Satker Pintar 2014 kreasi KPPN Manna. Buku ini memuat panduan bagi satker, mulai dari membuka rekening pemerintah hingga pelaporan ke KPPN. Buku yang dibagi ke dalam delapan bab ini juga dilengkapi dengan contoh permasalahan dan lampiran-lampiran dokumen yang dibutuhkan oleh satker.
Inisiatif membuat buku panduan seperti yang dilakukan oleh KPPN Manna dan KPPN Merauke patut mendapat apresiasi. Upaya terus-menerus untuk menyamakan frekuensi antara Kemenkeu dan K/L dan satker selaku pengguna anggaran dan kuasa pengguna anggaran perlu dilakukan. Semua untuk pengelolaan keuangan negara yang lebih prudent dan akuntabel.
sumber:
http://www.bendahara.info/2014/04/buku-saku-satker-pintar-2014.html
http://kppnmerauke.com/buku-petunjuk-praktis-pengelolaan-dana-apbn/
Jumat, 19 Desember 2014
Minggu, 30 November 2014
Pecha Kucha Cipta Karya vs Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA (2/2)
Jika di DJCK Kementerian Pekerjaan Umum rutin melaksanakan PKCK, maka Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (DJA)
rutin menghelat Sharing Session & Coffee Morning Talk. Acara
yang mulai dilaksanakan pada 2013 ini dimotori oleh Bagian Kepegawaian
Setditjen Anggaran dan Perpustakaan DJA.
Sesuai
dengan judulnya, Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA
merupakan ajang berbagi di antara pegawai maupun pejabat di DJA. Yang dishare
pun berbagai hal, mulai dari masalah kepegawaian, perencanaan keuangan
keluarga, sistem penganggaran, apbn, hingga pnbp. Tema yang akan
diangkat ditentukan oleh Bagian Kepegawaian Setditjen Anggaran dan Perpustakaan DJA dengan memperhatikan aspirasi dari para pegawai.
Sharing
Session & Coffee Morning Talk DJA biasanya dijadwalkan mulai
pukul 07.30 s.d. 09.30 di tiap pelaksanaannya. Jalannya sharing session
diawali dengan sarapan bersama. Kesan santai memang disengaja untuk
acara ini. Peserta dapat mengikuti pemaparan penyaji sambil tetap
melanjutkan sarapannya. Mata acara juga sederhana: sarapan, pembukaan,
pemaparan, tanya jawab, penutupan. Bentuk pemaparan yang diadopsi ialah
pemaraparan yang konvensional. Meskipun sederhana dan mainstream, acara
ini tidak pernah sepi peminat. Tambahan dua (2) jam latihan (salah satu
IKU pegawai) menjadi bonus jika hadir di acara ini.
Tema
Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA yang beragam
menyebabkan peyaji tidak melulu berasal dari internal DJA. Untuk materi
perencanaan keuangan keluarga misalnya, Bagian Kepegawaian Setditjen
Anggaran mengundang Ahmad Gozali
sebagai narasumber. Tema sharing session juga belum menggali inovasi di
bidang penganggaran. Dalam hal ini, PCKC unggul dibandingkan Sharing
Session & Coffee Morning Talk DJA.
Pentingnya materi sharing session tidak diikuti dengan dokumentasi yang baik. Jika ada pegawai yang berhalangan hadir, relatif sulit untuk mendapatkan materi paparan yang disajikan pada acara sharing session tersebut. Dokumentasi kegiatan pun minim. Foto jalannya kegiatan biasanya bisa diperoleh dari pribadi-pribadi yang mengunggahnya ke media sosial. Ke depannya, pihak penyelenggara dapat memikirkan untuk membuat akun slideshare dan flickr, (youtube bisa juga) untuk keperluan dokumentasi kegiatan. Tentunya, jika membuat satu website untuk keperluan dokumentasi dirasa sulit.
Penggunaan akun media sosial seperti slideshare, flickr, ataupun youtube mempunyai banyak keunggulan, selain tentunya tidak perlu biaya tambahan. Daftar, akun jadi, upload. Sederhana. Penyelenggara cuma perlu meluangkan waktu mengupload materi paparan, foto kegiatan, ataupun video kegiatan. Jika ada pihak yang memerlukan dokumentasi kegiatan sharing session, tinggal membuka akun media sosial yang sudah dibuat tadi.
Pentingnya materi sharing session tidak diikuti dengan dokumentasi yang baik. Jika ada pegawai yang berhalangan hadir, relatif sulit untuk mendapatkan materi paparan yang disajikan pada acara sharing session tersebut. Dokumentasi kegiatan pun minim. Foto jalannya kegiatan biasanya bisa diperoleh dari pribadi-pribadi yang mengunggahnya ke media sosial. Ke depannya, pihak penyelenggara dapat memikirkan untuk membuat akun slideshare dan flickr, (youtube bisa juga) untuk keperluan dokumentasi kegiatan. Tentunya, jika membuat satu website untuk keperluan dokumentasi dirasa sulit.
Penggunaan akun media sosial seperti slideshare, flickr, ataupun youtube mempunyai banyak keunggulan, selain tentunya tidak perlu biaya tambahan. Daftar, akun jadi, upload. Sederhana. Penyelenggara cuma perlu meluangkan waktu mengupload materi paparan, foto kegiatan, ataupun video kegiatan. Jika ada pihak yang memerlukan dokumentasi kegiatan sharing session, tinggal membuka akun media sosial yang sudah dibuat tadi.
![]() | ||
| Suasana Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA |
sumber foto suasana Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA
- twitter @AhmadGozali
- www.fiscuswannabe.web.id
- twitter @AhmadGozali
- www.fiscuswannabe.web.id
Sabtu, 29 November 2014
Pecha Kucha Cipta Karya vs Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA (1/2)
Kata "Pecha Kucha" berarti chit chat dalam bahasa Jepang. Pecha Kucha adalah bentuk presentasi yang slidenya dibatasi pada jumlah 20, dengan durasi 20 detik per slidenya. Total 6 menit + 40 detik paparannya. Durasi tiap penyaji yang pendek memungkinkan format yang ditemukan oleh Astrid Klein & Mark Dytham ini dapat menghadirkan beberapa penyaji pada satu momen. Model presentasi ini kemudian diadopsi oleh Ditjen Cipta Karya (DJCK) Kementerian Pekerjaan Umum untuk berbagi pengetahuan, inspirasi, dan inovasi kepada sesama pegawai lewat Pecha Kucha Cipta Karya (PKCK).
| Poster Pecha Kucha Cipta Karya |
PKCK terbuka untuk semua pegawai pada DJCK. Ide-ide kreatif dalam penyelenggaraan pembangunan bidang Cipta Karya menjadi tujuan. Tema penyelenggaraan Pecha Kucha ditentukan oleh Tim Pengarah, sedangkan sub tema ditentukan oleh Tim Koordinator. Selanjutnya, kegiatan dieksekusi oleh Tim Pelaksana. Pembagian tugas yang rapih ini diperkuat dengan penuangan ke dalam Keputusan Dirjen CK.
PKCK diselenggarakan sekali dalam sebulan, setiap hari Jumat
minggu ke dua setiap bulannya. Tema yang diangkat berubah setiap bulannya. Penentuan Tema dan sub tema juga memperhatikan momen yang sedang berlangsung, misalnya peringatan Hari Air Dunia, Hari Habitat Dunia, dll. Tema-tema tersebut berhubungan dengan tugas dan fungsi (tusi) DJCK.
Dalam penyelenggaraannya, Tim Pelaksana a.k.a panitia penyelenggara dijabat secara bergantian oleh unit eselon II di lingkup DJCK. Pada tiap PKCK, unit eselon II diwajibkan mengirimkan perwakilan sebagai penyaji. Pada saat PKCK berlangsung, setiap peserta dapat menyampaikan masukan
dan komentarnya secara langsung. Selain itu, peserta dapat pula menyampaikannya lewat twitter, email, ataupun kertas yang disediakan oleh panitia penyelenggara. Masukan dan komentar yang disampaikan
oleh peserta akan menjadi dasar penetapan penyaji terbaik pada tiap PKCK.
| Suasana Pecha Kucha Cipta Karya |
Penyelanggaraan PKCK tidak melulu berisi presentasi dari para pemateri. Panitia penyelenggara juga menyelipkan kegiatan lain sebagai variasi, seperti pameran, pertunjukan seni dan musik,
ataupun games dengan door prize. PKCK juga dapat menjadi ajang sosialisasi program/kegiatan sektoral di DJCK.
Waktu penyelenggaraan PKCK yang baku memudahkan warga DJCK untuk mengingat penyelenggaraan acara ini. Panitia penyelenggara cukup mengingatkan kembali para pegawai di lingkup DJCK akan penyelenggaraan PKCK dengan publikasi melalui akun twitter DJCK @ditjenck dengan tagar #pechakuchaCK. Publikasi dengan media mainstream: poster, website, dan buletin yang ada di lingkungan Ditjen Cipta Karya, juga dilakukan. Selain fungsi publikasi, website PKCK juga mengemban fungsi dokumentasi. Pihak yang berhalangan hadir dalam pelaksanaan PKCK dapat melihat materi presentasi, daftar penyaji, dan galeri foto pelaksanaan PKCK melalui website PKCK.
Selesainya PKCK bukanlah akhir. Ide kreatif terbaik dalam setiap PKCK diharapkan mendapat tindak lanjut dari direktorat sektor yang tusinya berkaitan
langsung maupun tidak langsung dengan ide kreatif tersebut. Direktorat sektor terkait diharapkan mengalokasikan anggaran untuk uji coba pelaksanaan ide kreatif tersebut, untuk
kemudian dilakukan evaluasi, apakah ide tersebut dapat ditindaklanjuti secara lebih serius. Sesuai dengan niatan penyelenggaraan PKCK: ide-ide kreatif dalam penyelenggaraan pembangunan bidang Cipta Karya.
Langganan:
Postingan (Atom)
















