Senin, 28 September 2015

Tentang Infografis V: Paket Kebijakan Ekonomi September I

Menanggapi keadaan ekonomi nasional yang sedang mengalami perlambatan dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar, Pemerintah merilis Paket Kebijakan Ekonomi September I. Paket Kebijakan Ekonomi September I yang juga dikenal dengan nama Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I itu dibacakan langsung oleh Presiden Jokowi pada Rabu petang, 9 September 2015, di Istana Merdeka.
Dalam pidatonya, Presiden menyebutkan tiga langkah dalam Paket Kebijakan tersebut, yaitu: (1) Mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, serta penegakan hukum dan kepastian usaha; (2) Mempercepat proyek strategis nasional  dengan menghilangkan berbagai hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek strategis nasional; dan (3) Meningkatkan investasi di sektor properti.
Selanjutnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution yang berbicara seusai Presiden Jokowi, menyampaikan 10 (sepuluh) rincian Paket Kebijakan dimaksud, yakni.
1. Penguatan pembiayan ekspor melalui National Interest Account.
2. Penetapan harga gas untuk industri tertentu di dalam negeri.
3. Kebijakan pengembangan kawasan industri.
4. Kebijakan memperkuat fungsi ekonomi koperasi.
5. Kebijakan simplikasi perizinan perdagangan.
6. Kebijakan simplifikasi visa kunjungan dan aturan pariwisata.
7. Kebijakan elpiji untuk nelayan. Adanya konverter yang mengefisienkan penggunaan biaya yang digunakan oleh nelayan.
8. Stabilitas harga komiditi pangan, khususnya daging sapi.
9. Melindungi masyarakat berpendapatan rendah dan menggerakkan ekonomi pedesaan.
10. Pemberian Raskin atau Beras Kesejahteraan untuk bulan ke-13 dan ke-14.

Menindaklanjuti rilis Paket Kebijakan Ekonomi September I, Kemenko Bidang Perekonomian kemudian merilis infografis terkait paket kebijakan tersebut melalui situsnya ekon.go.id.

Infografis Buatan Kemenko Bidang Perekonomian
Seri infografis yang dirilis Kemenko Bidang Perekonomian juga menyertakan solusi integratif Pemerintah di sektor Industri, Koperasi & UKM, Kelautan (untuk nelayan), Pariwisata, dan Perdagangan.
Infografis Solusi untuk Sektor Industri

Infografis kreasi Kemenko Bidang Perekonomian ini turut disebarluaskan pula oleh Kementerian/Lembaga lain, seperti kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian KUKM, BPKP, dll, baik melalui situs resmi Kementerian ataupun official account twitter mereka. Di media sosial, infografis ini ditandai dengan tagar #SolusiJokowi.

Pada 15 September 2015, Bank Indonesia (BI), yang juga turut andil merumuskan dan menerapkan kebijakan solutif terkait perlambatan ekonomi nasional, juga merilis infografis kreasinya.

Infografis Buatan BI

Belakangan Selasar.com juga merilis infografis yang mengangkat isu ini.
Infografis Buatan Selasar.com

Dari ketiga versi infografis di atas, tampak bahwa infografis versi Selasar.com lah yang lebih komunikatif dalam menyampaikan Paket Kebijakan Ekonomi September I. Infografis versi Kemenko Bidang Perekonomian tampaknya begitu bersemangat menyampaikan kebijakan tersebut hingga rinciannya. Untuk mengakomodasi pesan yang begitu banyak, ukuran infografis menjadi portrait yang begitu panjang. Narasi pidato Presiden sepertinya dipindahkan begitu saja ke dalam infografis. Secara kasat mata, isi dari infografis versi Kemenko terdiri dari 95% teks. Porsi teks yang begitu dominan tentunya akan membuat lelah pembaca infografis. Mungkin pembaca akan memahami kualitas infografis ini sebagai kualitas buatan Pemerintah.
Infografis Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I kreasi BI sedikit lebih baik daripada kreasi Kemenko Bidang Perekonomian. Infografis kreasi BI dibuat dengan template dan gaya infografis yang biasa dibuat oleh BI. Secara isi, Infografis juga lebih memuat implementasi kebijakan yang menjadi domain BI. Infografis yang dituangkan ke dalam ruang 2D landscape yang ringkas. Porsi teks tidak begitu dominan.
Infografis buatan Selasar.com sendiri lebih sederhana, ringkas, dan menarik. Si pebuat infografis mencoba menginterpretasikan isi kebijakan dalam Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I ke dalam bentuk yang sederhana dan ringkas. Tampilan menjadi sederhana dan menarik karena teks yang dituangkan seperlunya saja, hanya untuk memberi keterangan atau mendukung pesan dari gambar/simbol yang ada.

Semoga "kurang" baiknya infografis buatan Kemenko Bidang Perekonomian tidak menjadi penyebab ekonomi tidak jadi "meroket" pasca Pemerintah merilis Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I. Kabarnya, tidak lama lagi, Pemerintah akan merilis Paket Kebijakan Ekonomi Tahap II. Semoga infografisnya lebih mudah dicerna, sehingga menjadi lebih "nendang" bagi dunia usaha, masyarakat, dan perekonomian kita.




Minggu, 12 Juli 2015

Tentang Infografis IV

Mungkin ini pagu-paguan sebelum tugas belajar dua tahun. Insya Allah.


Empat deadline revisi untuk sisa tahun ini (':

Kamis, 28 Mei 2015

Poster Try Out USM STAN

Sepertinya, sebentar lagi USM STAN untuk penerimaan mahasiswa baru D3 akan segera digelar. Kampus yang cukup favorit ini memang agak ketat persaingan masuknya. Perlu persiapan yang cukup untuk menimba ilmu di Kampus Jurang Mangu ini, mulai beli buku kumpulan soal USM, ikut bimbel, berdoa, dan ikut try out USM STAN.
Try Out USM STAN merupakan semacam simulasi tes yang dapat diikuti pihak-pihak yang berminat ikut USM STAN. Pada kegiatan ini, soal, ruangan, waktu, pengawasan, & penilaian dikondisikan semirip mungkin dengan USM STAN yang sebenarmya. 
Berikut deretan desain poster Try Out USM STAN terbaik menurut saya.


Sebagian besar poster Try Out USM STAN menggambarkan bangunan kampus STAN yang cukup iconic.

Tampak suasana Kampus STAN yang diambil oleh @mufrizalakmal  




Sedangkan ketiga poster Try Out USM STAN di atas memilih bermain di logo try out dan font.
Menarik untuk menanti seperti apa desain poster Try Out USM STAN Tahun Akademik 2015/2016.

Jumat, 24 April 2015

Post #39

Hari ini ada lagi teman seangkatan yang resign. Doski merupakan yang ketiga yang memutuskan untuk menanggalkan status PNS nya. 

farewell @aricandra

Gw pada prinsipnya salut kepada orang-orang yang resign. Itu berarti mereka punya kekuatan untuk memilih. Punya keberanian untuk memilih. Memiliki sumber daya lain untuk survive bukan sebagai PNS.
Keputusan untuk resign juga berarti pelajaran buat kita kita yang masih dalam status abdi negara ini. Jangan pernah mengeluh dengan kerjaan yang sedang dihadapi. Jangan pernah mengeluh dengan take home pay yang diterima. Kalo masih suka dengan gajinya, ya kerja aja. Gk usah ngeluh.


Selasa, 20 Januari 2015

Post #38

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki tugas yang cukup berat terkait keuangan negara. Kemenkeu dikuasakan untuk mengelola fiskal dan pemilik kekayaan negara yang dipisahkan. Dalam menjalankan wewenang tersebut, Kemenkeu menyiapkan segala perangkat, baik itu peraturan maupun aplikasi, untuk dipedomani oleh Menteri/Pimpinan Lembaga dan satker-satker yang ada di bawahnya.

Sering kali, Kemenkeu bergerak terlalu cepat dalam penyiapan segala peraturan dan aplikasi terkait keuangan negara. Ada kelakar yang menyebutkan, "Kementerian Keuangan sudah FM, sedangkan Kementerian lain masih AM."

"Kementerian Keuangan sudah FM, sedangkan Kementerian lain masih AM"

Gap ini tentunya menjadi tugas bagi Kemenkeu untuk menguranginya. Di antaranya dengan melakukan sosialisasi. Cara mainstream ini rutin dilakukan dalam rangka pembinaan kepada K/L ataupun satker. Niatan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang handal dalam pengelolaan keuangan negara juga ditempuh dengan cara lain oleh beberapa KPPN. Beberapa inovasi diinisiasi oleh kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan, antara lain dengan menerbitkan e-book panduan bagi bendahara satker.

Buku Saku Satker Pintar 2014, oleh KPPN Manna

Buku Satker Pintar 2014 disusun oleh Tim Kreatif KPPN Manna
Isi buku anatar lain :
  • Syarat-syarat dan lampiran pengajuan SPM
  • Standar uraian dalam SPM
  • Perbedaan kode SPM
  • Perencanaan Kas G-2
  • Ralat/koreksi SPM
- See more at: http://www.bendahara.info/2014/04/buku-saku-satker-pintar-2014.html#sthash.0RFFjAGK.dpuf
Buku Saku Satker Pintar 2014
Buku Saku Satker Pintar 2014

Buku Saku Satker Pintar 2014 disusun oleh Tim Kreatif KPPN Manna. KPPN Manna adalah kantor vertikal di bawah Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Bengkulu, dengan wilayah kerja di Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Seluma, dan Kab. Kaur. Buku ini berisi syarat-syarat dan lampiran pengajuan SPM, standar uraian dalam SPM, perbedaan kode SPM, perencanaan kas G-2, ralat/koreksi SPM, koreksi atas kesalahan pembukuan bendahara, prosedur pembukaan rekening bendahara pengeluaran/penerimaan, perpajakan bendahara, revisi DIPA, dll.

Selain tema-tema di atas, Buku Saku Satker Pintar 2014 juga memuat tentang FAQ, pertanyaan yang sering ditanyakan oleh operator mengenai aplikasi yang digunakan. Buku yang disusun dengan layout menarik ini dapat diunduh melalui tautan ini.

Petunjuk Praktis Pengelolaan Dana APBN, oleh KPPN Merauke

Buku Petunjuk Praktis Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Dana APBN Edisi I ini merupakan buah kolaborasi KPPN Merauke dan Universitas Musamus. Dari segi isi, buku ini tidak jauh berbeda dengan Buku Saku Satker Pintar 2014 kreasi KPPN Manna. Buku  ini memuat panduan bagi satker, mulai dari membuka rekening pemerintah hingga pelaporan ke KPPN. Buku yang dibagi ke dalam delapan bab ini juga dilengkapi dengan contoh permasalahan dan lampiran-lampiran dokumen yang dibutuhkan oleh satker.

 

Inisiatif membuat buku panduan seperti yang dilakukan oleh KPPN Manna dan KPPN Merauke patut mendapat apresiasi. Upaya terus-menerus untuk menyamakan frekuensi antara Kemenkeu dan K/L dan satker selaku pengguna anggaran dan kuasa pengguna anggaran perlu dilakukan. Semua untuk pengelolaan keuangan negara yang lebih prudent dan akuntabel.



sumber:
http://www.bendahara.info/2014/04/buku-saku-satker-pintar-2014.html
http://kppnmerauke.com/buku-petunjuk-praktis-pengelolaan-dana-apbn/

Jumat, 19 Desember 2014

Post #37

Peta Kendari

Kendari, insya Allah besok kita berjumpa.


Jakarta, 19 Desember 2014 | 18:35

Minggu, 30 November 2014

Pecha Kucha Cipta Karya vs Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA (2/2)

Jika di DJCK Kementerian Pekerjaan Umum rutin melaksanakan PKCK, maka Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (DJA) rutin menghelat Sharing Session & Coffee Morning Talk. Acara yang mulai dilaksanakan pada 2013 ini dimotori oleh Bagian Kepegawaian Setditjen Anggaran dan Perpustakaan DJA. 

Sesuai dengan judulnya, Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA merupakan ajang berbagi di antara pegawai maupun pejabat di DJA. Yang dishare pun berbagai hal, mulai dari masalah kepegawaian, perencanaan keuangan keluarga, sistem penganggaran, apbn, hingga pnbp. Tema yang akan diangkat ditentukan oleh Bagian Kepegawaian Setditjen Anggaran dan Perpustakaan DJA dengan memperhatikan aspirasi dari para pegawai.
Poster Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA

Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA biasanya dijadwalkan mulai pukul 07.30 s.d. 09.30 di tiap pelaksanaannya. Jalannya sharing session diawali dengan sarapan bersama. Kesan santai memang disengaja untuk acara ini. Peserta dapat mengikuti pemaparan penyaji sambil tetap melanjutkan sarapannya. Mata acara juga sederhana: sarapan, pembukaan, pemaparan, tanya jawab, penutupan. Bentuk pemaparan yang diadopsi ialah pemaraparan yang konvensional. Meskipun sederhana dan mainstream, acara ini tidak pernah sepi peminat. Tambahan dua (2) jam latihan (salah satu IKU pegawai) menjadi bonus jika hadir di acara ini.

Tema Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA yang beragam menyebabkan peyaji tidak melulu berasal dari internal DJA. Untuk materi perencanaan keuangan keluarga misalnya, Bagian Kepegawaian Setditjen Anggaran mengundang Ahmad Gozali sebagai narasumber. Tema sharing session juga belum menggali inovasi di bidang penganggaran. Dalam hal ini, PCKC unggul dibandingkan Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA.

Pentingnya materi sharing session tidak diikuti dengan dokumentasi yang baik. Jika ada pegawai yang berhalangan hadir, relatif sulit untuk mendapatkan materi paparan yang disajikan pada acara sharing session tersebut. Dokumentasi kegiatan pun minim. Foto jalannya kegiatan biasanya bisa diperoleh dari pribadi-pribadi yang mengunggahnya ke media sosial. Ke depannya, pihak penyelenggara dapat memikirkan untuk membuat akun slideshare dan flickr, (youtube bisa juga) untuk keperluan dokumentasi kegiatan. Tentunya, jika membuat satu website untuk keperluan dokumentasi dirasa sulit.

Penggunaan akun media sosial seperti slideshare, flickr, ataupun youtube mempunyai banyak keunggulan, selain tentunya tidak perlu biaya tambahan. Daftar, akun jadi, upload. Sederhana. Penyelenggara cuma perlu meluangkan waktu mengupload materi paparan, foto kegiatan, ataupun video kegiatan. Jika ada pihak yang memerlukan dokumentasi kegiatan sharing session, tinggal membuka akun media sosial yang sudah dibuat tadi. 


Suasana
Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA





sumber foto suasana Sharing Session & Coffee Morning Talk DJA
- twitter @AhmadGozali
- www.fiscuswannabe.web.id